Novel Bidadari untuk Ikhwan adalah novel yang menjadikan transformasi dalam keberadaan novel-novel Islam
Jawa Timur memiliki berbagai macam cerita rakyat yang berkembang dalam berbagai versi.
Cerita Dua Putri dan Si Raja Ular disadur dari cerita rakyat Papua yang berjudul “Sumundui”.
Masyarakat Kotabaru akhirnya tahu bahwa Ampuang Pertama keluar dari sebutir telur besar
Hari-hari kesedihan telah berlalu, hari kegembiraan kini tiba.”
Mereka selalu mengucap syukur pada Tuhan dan tidak melupakan pengorbanan Sari Gading.
Hari terpanas sejauh ini pada musim panas telah mulai berakhir dan keheningan yang membuat mengantuk melanda rumah-rumah besar berbentuk bujur sangkar di Privet Drive
Bayan menyambut kedatangan tuannya, “Selamat datang Tuanku, Khoja Maimun
“Benarlah petunjuk dalam mimpiku. Banteng Wulung akan memberikan kejayaan secara turun-temurun kepada Kerajaan Sumberkarang,”